Mengapa harus Tony Stark (Iron Man) yang menjadi penentu pertempuran saat melawan Thanos di film Avengers: Endgame? Mengapa bukan Avengers yang lain?

Ada beberapa alasan yang didapatkan, Alasan ini dibagi menjadi Teknis dan Filosofis.

Alasan Teknis :


Tony Stark-lah yang berhasil membuat Infinity Gauntlet ‘gadungan’ setelah gauntlet asli tempaan dari logam Ur yang dibuat oleh Dwarf Eitri ‘rusak’ akibat Jentikan Thanos. Di situasi genting seperti pertarungan akhir, hanya suit Iron Man yang bisa dimodifikasi untuk meng-contain Infinity Stones.

Tony Stark mempertimbangkan kemungkinan bahwa Infinity Stones harus direbut secara cepat tanpa harus mencabut sarung tangannya. Oleh karena itu, mau tidak mau Tony Stark yang bisa menjentikkan jarinya dan memusnahkan pasukan Thanos.

Alasan Filosofis :

Iron Man adalah pemimpin de facto Avengers. Tanpa dia, Avengers mungkin tetap berjalan, tetapi tidak akan seperti sekarang.

Film Iron Man 1 juga merupakan film yang meng-kickstart MCU sebelas tahun silam. Sama seperti akhir film Iron Man, dia juga mengucapkan kalimat ikonik yang mendefinisikan dirinya di Endgame, yaitu “I am Iron Man”. Oleh karena itu, dia-lah orang yang layak menjadi penentu di Battle of Earth.


Kesempatan untuk menebus kesalahannya. Tony telah banyak melakukan hal-hal yang dia sesali: menjual senjata ke teroris, menciptakan Ultron, membahayakan banyak jiwa di Sokovia, bermusuhan dengan Steve Rogers dan memecah belah Avengers, dan tentu saja yang paling menghancurkan hatinya: kehilangan Peter Parker di Titan, yang sudah dianggap seperti anaknya. Dengan memenangkan pertempuran, Tony berhasil menebus semua kesalahannya di masa lalu, bahkan bila mesti mengorbankan nyawanya.

Takdir (fate). Hal ini satu-satunya skenario yang bisa berhasil, setelah diterawang oleh Doctor Strange dari 14.000.605 versi masa depan. “If I tell you what’s gonna happen, it won’t happen”. Tony sudah memiliki resolusi untuk mengorbankan nyawanya demi kemenangan umat manusia, meskipun tidak yakin benar bagaimana caranya. Setelah ada cue dari Stephen Strange, maka dia bertindak. Sesuai takdir.

Sumber : Quora dijawab oleh Muhammad Hafidh

Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai